kiri
|
|
| September 2010 | | | | | 1 | 2 | 3 | 4 | | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
|
| JADWAL
SHOLAT |
|
| CUACA
HARI INI |
|
|
| KURS
HARI INI |
|
|
| JAJAK
PENDAPAT |
|
| HASIL PILEG
2009 KABUPATEN BLORA
PENDAPAT |
-
- DPR
RI
- DPRD
PROV
- DPRD
KAB :
|
|
|
INFORMASI MASYARAKAT
| |
|
KONDISI WILAYAH KABUPATEN BLORA
Kabupaten Blora dengan luas wilayah administrasi 1820,59 km� (182058,797 ha) memiliki ketinggian 96,00-280 m diatas permukaan laut, Wilayah Kecamatan terluas terdapat di Kecamatan Randublatung dengan luas 211,13 km� sedangkan tiga kecamatan terluas selanjutnya yaitu Kecamatan Jati, Jiken dan Todanan yang masing-masing mempunyai luas 183,62 km�, 168,17 km� dan 128,74 km�.
untuk ketinggian tanah kecamatan Japah relatif lebih tinggi dibanding kecamatan yang lain yaitu mencapai 280 meter dpi.
Kabupaten Blora dengan luas wilayah 1820,59 Km2, terbesar penggunaan arealnya adalah sebagai hutan yang meliputi hutan negara dan hutan rakyat, yakni 49,66 %, tanah sawah 25,38 % dan sisanya digunakan sebagai pekarangan, tegalan, waduk, perkebunan rakyat dan lain-lain yakni 24,96 % dari seluruh penggunaan lahan.
Luas penggunaan tanah sawah terbesar adalah Kecamatan Kunduran (5559,2174 Ha) dan Kecamatan Kedungtuban (4676,7590 Ha) yang selama ini memang dikenal sebagai lumbung padinya Kabupaten Blora.
Sedangkan kecamatan dengan areal hutan luas adalah Kecamatan Randublatung, Jiken dan Jati, masing-masing melebihi 13 ribu Ha.
TANAMAN PANGAN DAN HOLTIKULTURA
Padi sawah merupakan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Blora. Di tahun 2005 produksi padi sekitar 291 ribu ton, turun 21,81 persen dibanding tahun sebelumnya. Produktifitas padi di Kecamatan Kradenan tertinggi di antara Kecamatan lain, sebesar 51,93 kuintal/hektar. Ini menjadikan Kecamatan tersebut sebagai salah satu penyangga beras di Kabupaten Blora.
Untuk tanaman palawija, produksi jagung dan kedelai justru mengalami kenaikan sebesar 69,62 persen dan 14 persen. Hal ini diakibatkan adanya luas panen jagung yang cukup mencolok yakni dari 44.998 hektar menjadi 62.666 hektar.
Produksi buah andalan Kabupaten Blora seperti jeruk, mengalami kenaikan yang cukup tinggi yakni 44,81 persen, sedangkan untuk beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan walaupun tidak terlalu besar.
Dari beberapa komoditas tersebut diatas selain padi, lombok dan bawang merah merupakan komuditas unggulan Kabupaten Blora karena dari rasa dan aromanya mempunyai ciri khas tersendiri.
|
kiri
|