kiri
|
|
| September 2010 | | | | | 1 | 2 | 3 | 4 | | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
|
| JADWAL
SHOLAT |
|
| CUACA
HARI INI |
|
|
| KURS
HARI INI |
|
|
| JAJAK
PENDAPAT |
|
| HASIL PILEG
2009 KABUPATEN BLORA
PENDAPAT |
-
- DPR
RI
- DPRD
PROV
- DPRD
KAB :
|
|
|
INFORMASI MASYARAKAT
| |
|
KEADAAN WILAYAH
1. Letak Geografis
Secara astronomi Kabupaten Blora terletak di antara 111�016'
sampai dengan 111�338' Bujur Timur dan di antara 6�582'
sampai dengan 7�248' Lintang selatan. Di sebelah Utara
Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Kabupaten
Pati, di sebelah Timur dengan Kabupaten Bojonegoro (Jawa
Timur), di sebelah Selatan dengan Kabupaten Ngawi (Jawa
Timur) dan di sebelah Barat dengan Kabupaten Grobogan. Luas
wilayah Kabupaten Blora adalah, 1.820,59 km2 (182058,3077)
atau sekitar 5,5 persen luas wilayah Propinsi Jawa Tengah.
Kecamatan yang memiliki wilayah terluas adalah Randublatung
seluas 211,13 km2 sedangkan Cepu dengan luas wilayah 49,15
km2 merupakan kecamatan tersempit.
2.Topografi
Kabupaten Blora memiliki wilayah dengan ketinggian terendah
30-280 dpl dan tetinggi 500 dpl. Kecamatan dengan letak
tertinggi adalah Japah (280 dpl) sedangkan kecamatan Cepu
terendah mempunyai permukaan terendah (31 dpl). Kabupaten
Blora diapit oleh Pegunungan Kendeng Utara dan Selatan sengan
susunan tanah 56 persen gromosol, 39 persen mediteran dan
5 persen aluvial. Menurut penggunaan tanah, hutan mendominasi
luas wilayah 90.416,52 hektar (49,66 persen), sebelum terjadinya
penjarahan hutan jati di Kabupaten Blora merupakan hutan
terluas dan merupakan komoditi unggulan,disusul lahan sawah
seluas 46.186,99 hektar dan lahan tegalan (kering) seluas
26.315,34 hektar. Lahan sawah di Kabupaten Blora yang merupakan
sawah tadah hujan seluas 29.760,99 hektar (64,44 persen),
sawah beririgasi teknis 7449,0000 Ha, sawah beririgasi sederhana
4114,0000 Ha, sawah beririgasi desa (non Pu) 1640,000 Ha.
dan sawah beririgasi setengah teknis 967 Ha. Sebagian besar
lahan kering merupakan tanah tegalan (ladang) sebesar 26315,3381
Ha, sisanya merupakan pekarangan seluas 16705,1598 Ha dan
lain-lain (waduk, kuburan, lapangan olah raga dan lain sebagainya)
seluas 2430,7885 Ha.
3. Iklim dan Curah Hujan
Banyaknya hari hujan di Kabupaten Blora selama tahun 2007
relatif baik bila dibanding dengan tahun sebelumnya. Selama
tahun 2007, curah hujan tertinggi di Kecamatan Kradenan
sebanyak 2.638 mm, untuk hari hujan terbanyak terdapat di
Kecamatan Blora sebanyak 115 hari.
4. Pembagian wilayah administrasi.
Jumlah kecamatan di Kabupaten Blora adalah 16 kecamatan
yang terdiri 271 desa dan 24 kelurahan. Yang keseluruhannya
terdiri dari 941 dusun, 1.204 RW dan 5.429 RT. Enam kecamatan
memiliki wilayah kelurahan (Randublatung, Cepu, Jepon, Blora,
Ngawen, dan Kunduran). Kecamatan Ngawen memiliki desa/kelurahan
terbanyak (27 desa dan 2 kelurahan) sedangkan kecamatan
Sambong dan Kradenan memiliki desa/kelurahan paling sedikit
masing-masing dengan 10 desa.
5.Penduduk
Berdasarkan Blora Dalam Angka tahun 2007, penduduk Kabupaten
Blora tercatat sebanyak 846.310 jiwa, perempuan sebanyak
428.512 jiwa dan laki-laki sebanyak 417.798 jiwa dengan
sex ratio sebesar 97,50. Tingkat kepadatan tertinggi tercatat
di Kecamatan Cepu sebesar 1.572 jiwa per km2. Pertambahan
penduduk seiring dengan pertambahan jumlah KK, dari 230.972
di tahun 2006 menjadi 232.156 di tahun 2007.
KONDISI DAN POTENSI
1.ASPEK SDM
Pegawai Negeri Sipil dan Calon PNS di Kabupaten Blora berjumlah
10.763 orang, 6.545 laki-laki dan 4.218. Data tentang sarana
dan prasarana pendidikan merupakan data pokok dalam membangun
pendidikan di Kabupaten Blora. Dari data Blora Dalam Angka
tahun 2007, jumlah SD/MI sebanyak 708 unit, SLTP/MTs 123
unit, SLTA 56 unit dan Akademi/perguruan tinggi sebanyak
4 unit. Akademi atau perguruan tinggi tercatat sebanyak
4 unit, 3 unit di Kecamatan Cepu dan 1 unit di Kecamatan
Blora, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 2.200 orang, dosen
tetap sebanyak 119 orang dan tidak tetap sebanyak 290 orang.
Kegiatan kelompok belajar paket A dan B hingga tahun 2007
mencapai 82 dan 51 kelompok.
2.ASPEK EKONOMI
Pertanian.
Mayoritas mata pencaharian penduduk Kabupaten Blora adalah
petani, utamanya pertanian tanaman pangan. Hal ini menjadikan
Kabupaten Blora sebagai salah satu lumbung padi di Jawa
Tengah. Padi sawah merupakan komoditi utama pertanian tanaman
pangan. Produksi padi sawah tahun 2007 sekitar 301.972 ton,
Komoditi unggulan kedua adalah jagung dan kedelai. Pada
tahun 2007 produksi jagung mencapai 284.730 ton, sedangkan
kedelai mencapai 5.805 ton. Sementara perkembangan hortikultura
didominasi buah mangga dimana jumlah produksinya pada tahun
2007 sebesar 486.787 kwintal. Selanjutnya produksi jeruk
mencapai 112.297 kwintal.
Perkebunan.
Produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Blora hanya perkebunan
rakyat. Luas dan produksi tidak terlalu banyak. Tidak ada
perkebunan besar yang dikelola negara atau swasta berbadan
hukum di Kabupaten ini. Produksi tanaman yang menonjol adalah
kelapa dan kapuk, dimana produksi kelapa mencapai 4.284,
610 ton, sedangkan kapuk sebesar 227,229 ton.
Peternakan.
Satu lagi yang menjadi andalan utama penduduk Kabupaten
Blora selain padi dan palawija adalah usaha ternak. Kabupsten
Blora merupakan kabupaten dengan jumlah ternak besar terbanyak
di Propinsi Jawa Tengah, utamanya ternak sapi potong. Dalam
beberapa kesempatan sering mewakili Jawa Tengah untuk mengikuti
lomba ternak baik untuk popukasi, kualitas ternak maupun
kekimpakan kelompok peternak di tingkat nasional. Pada akhir
tahun 2007 populasi sapi potong mencapai 215.587 ekor, kambing
96.250 ribu ekor, dan domba 16.881 ekor. Dalam tingkat propinsi,
Blora merupakan Kabupaten dengan jumlah ternak terbanyak
terutama sapi potong. Ternak lain yang mempunyai populasi
cukup banyak adalah ayam kampung sebanyak 1,177.635 ekor.
Perikanan
Subsektor perikanan, meliputi kegiatan usaha perikanan darat
yang terdiri dari usaha budidaya sawah, kolam dan perairan
umum (sungai, waduk dan cekdam). Produksi perikanan yang
ada didominasi oleh perikanan umum sebesar 251 ribu ton
berasal dari sungai.
j
Kehutanan.
Sebanyak 49,66 persen luas wilayah Kabupaten Blora digunakan
sebagai hutan negara, terbagi dalam tiga kesatuan administrasi
yaitu KPH Randublatung, KPH Cepu dan KPH Blora. Salah satu
komoditi hasil hutan adalah kayu jati, dimana produksi terbesar
dari KPH Cepu sebanyak 43.999,385 meter kubik. Tahun 2005
total produksi kayu jati bundar sebanyak 92.803,78 meter
kubik.
Industri.
Menurut Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi Kab. Blora
terdapat 11.020 perusahaan industri kecil dan rumah tangga
di tahun 2007. Jumlah tenaga kerja yang diserap adalah 39.299
orang, dengan nilai produksi mencapai 456 milyar rupiah.
Energi.
Sebagai upaya peningkatan taraf hidup masyarakat pemerintah
mengupayakan program listrik di Blora dipenuhi oleh PT.
PLN. Sudah 100 persen desa/kelurahan yang terpasang aliran
listrik dengan jumlah pelanggan sebanyak 156.557 di tahun
2007. Kebutuhan akan air bersih dilayani oleh PDAM. Meskipun
baru delapan Kecamatan yang dapat dicukupi, jumlah air yang
sudah disalurkan mencapai 1,65 juta meter kubik, turun 4,60
persen dari tahun sebelumnya.
Koperasi.
Koperasi sebagai soko guru perekonomian sangat penting peranannya
dalam lingkup usaha kecil dan menengah. Dari tahun ke tahun
jumlahnya mengalami kenaikan, demikian pula dengan jumlah
anggotanya. Pada tahun 2007 jumlah koperasi naik sebesar
2,08 persen. Banyaknya koperasi ada 491 unit terdiri atas
17 KUD dan 474 non KUD dengan jumlah total anggota sebanyak
121.199 orang.
Pasar.
Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli, produsen
dengan konsumen. Jumlah pasar yang ada di Kabupaten Blora
sebanyak 61 unit dengan jenis pasar terbanyak adalah pasar
desa / tradisional.
3. ASPEK SARANA & PRASARANA
Prasarana Jalan.
Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting
untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan makin meningkatnya
usaha pembangunan maka akan menuntut peningkatan jalan untuk
memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas
barang dari satu daerah ke daerah lain. Panjang jalan di
wilayah Kabupaten Blora pada tahun 2007 adalah 658,23 kilometer.
Panjang jalan tersebut terbagi menjadi jalan propinsi sepanjang
153,58 kilometer dan jalan Kabupaten 504,65 kilometer.
Angkutan Darat.
Kendaraan bermotor dan kereta api merupakan angkutan darat
utama. Pada tahun 2007, jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten
Blora 149.168 unit Sementara itu banyaknya penumpang kereta
api pada tahun 2007 tercatat 161.461 orang.
Telekomunikasi.
Di era informasi, PT Pos Indonesia dan PT Telkom semakin
diperlukan dalam penyediaan sarana perhubungan dan komunikasi.
Tahun 2007 kegiatan PT Pos Indonesia antara lain mengirim
surat sebanyak 74.864 surat dalam negeri dan 1.070 surat
luar negeri. Kegiatan yang lain dari instansi tersebut adalah
melayani wesel pos, paket pos, tabungan penjualan benda
pos dan sebagainya. Sarana komunikasi lain yang semakin
penting adalah Warung Telekomunikasi (Wartel). Pada tahun
2007, jumlah warung telekomunikasi di Kabupaten Blora mencapai
180 unit dan jumlah pelanggan telepon mencapai 10.240 pelanggan
. Pelanggan telepon tersebut meliputi Pemerintah (283 pelanggan),
PN/PT (207 pelanggan), dan masyarakat (9.750 pelanggan).
Hotel dan Pariwisata.
Pengembangan pariwisata saat ini makin penting, tidak saja
dalam rangka meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga
dalam rangka memperluas kesempatan kerja. Pada tahun 2007,
jumlah usaha akomodasi di Kabupaten Blora sebanyak 26 usaha
dengan 595 kamar. Dua dari usaha akomodasi tersebut diklasifikasikan
sebagai hotel berbintang. banyaknya obyek wisata di Kabupaten
Blora tahun 2007, yaitu 30 obyek wisata dengan jumlah pengunjung
sebanyak 110.176 orang.
Keuangan.
Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten
Blora menunjukkan kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun
2007, realisasi penerimaan PBB Kabupaten Blora, tercatat
lebih dari 3,5 triliun rupiah. Dibandingkan dengan tahun
lalu mengalami kenaikan sekitar 5,53 persen. Informasi tentang
inflasi sangat penting sebagai tolok ukur kestabilan perekonomian
daerah. Pada tahun 2007, tingkat inflasi di Kabupaten Blora
mencapai 6,67 persen.
|
kiri
|